Showing posts with label News Harian. Show all posts
Showing posts with label News Harian. Show all posts

Monday, November 17, 2014

Polisi Tidak Berhak Menilang Surat Pajak Motor Atau Mobil Yang Mati



Hal ini dibenarkan oleh Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, “Masalah pajak bukan urusan polisi, tapi Dispenda.
Kalau masalah pajak polisi tdk berhak Menilang, ”Bahkan, seandainya pembayar pajak yang telat ini pas kena razia di jalanan umum, polisi tetap tidak bisa berbuat apa-apa.

-
“Kalau semua surat lengkap dan gak ada masalah, ya’ gak bisa ditilang” ucapnya. Jika si polisi tetap mengambil tindakan menilang, Djoko menyarankan agar si pengendara mengajukan komplain secara resmi.
Pengendara bisa mencatat NAMA POLISI yang tertera di seragam dan melaporkan kepada yang berwenang. Kalau pakai rompi, suruh buka rompinya, jangan lupa Catat Namanya.

Kalo tetep ngotot,minta pada polisi tersebut Peraturannya, pasal berapa? Minta untuk menunjukkan, kalau tidak bisa jangan mau ditilang! Soalnya telat bayar pajak itu sudah ada sanksi tersendiri yaitu DENDA..
dan itu urusan dinas pendapatan daerah (dispenda)

-
Share jika menurut anda Info ini bermanfaat Agar masyarakat tidak dibodohi OKNUM NAKAL ..
Penting bagi pengguna kendaraan roda dua dan empat.

Sumber

Wednesday, April 2, 2014

Sampai Kapan Mereka Harus Mandi Air Lumpur

Sampai Kapan Mereka Harus Mandi Air Lumpur

KEDIRI -  Desa-desa korban erupsi Gunung Kelud terus menggeliat. Rumah-rumah yang ambruk dan rusak sudah bisa dihuni kembali, meski belum seratus persen normal.

Namun, yang masih jadi masalah adalah air bersih. Sebagian warga masih terpaksa mandi air bercampur lumpur dan air hujan.
Akhir pekan kemarin, Surya melihat lokasi-lokasi yang terkena dampak parah dari erupsi Kelud. Di antaranya Kecamatan Puncu, Ngancar, Kepung, Plosoklaten Kabupaten Kediri, serta Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Lokasi ini merupakan area yang paling dekat dengan puncak Kelud. Apabila ditarik garis lurus dari puncak Kelud, Kecamatan Puncu hanya berjarak sekitar 4 kilometer sebelah barat gunung. Sedang Kecamatan Ngantang berjarak sekitar 6 kilometer di sisi timur gunung.
Bekas letusan Gunung Kelud 14 Februari lalu itu masih belum sepenuhnya terhapus dari desa-desa di kaki gunung itu. Material vulkanik berupa pasir dan batu masih terlihat menumpuk di halaman.
Saat erupsi terjadi, material semburan kelud itu berserakan tak karuan, menutupi genting, halaman rumah, dan jalanan. Pepohonan dan tanaman tak luput dari siraman debu. Seisi kampung berselimut debu putih.
Sepulang dari pengungsian, warga dibantu aparat dan relawan bekerja keras, bersih-bersih rumah dan kampung. Nah, tumpukan meterial di halaman rumah itu merupakan hasil bersih-bersih.
Kegiatan warga juga mulai normal. Kondisi itu bisa dilihat aktivitas pasar sudah pulih, belajar mengajar di sekolahan kembali normal, dan kantor-kantor layanan publik seperti balai desa, kantor kecamatan, dan lain-lain sudah banyak didatangi warga.
Namun, ada satu yang masih jauh dari pulih, yaitu ketersediaan air bersih. Warga merasakan betul susahnya kekurangan air bersih ini, terutama warga di sejumlah kecamatan di Kediri.
Krisis air ini terjadi karena sumber air andalan mereka mampet tersumbat material erupsi. Selain itu, kolam pengolahan dan semua pipa jaringan distribusi air porak-poranda diterjang lahar dingin pasca-erupsi.
Warga tak kuasa memperbaikinya. Butuh dana besar untuk memfungsikan kembali jaringan pipa yang menyuplai air ke sejumlah desa itu.
Mampetnya sumber air bersih membuat warga terpaksa menggantungkan kebutuhan air bersih dari pasokan Palang Merah Indonesia (PMI) dan PDAM kabupaten.
Setiap hari, secara bergiliran, truk tangki berisi air bersih mengisi profile tank (tandon) yang terpasang di depan sejumlah rumah warga.
Masing-masing tandon berkapasitas 1.100 liter itu disiapkan untuk 10 rumah atau kepala keluarga (KK). Jadi, tiap KK kebagian 110 liter per hari.
Warga biasanya hanya menggunakannya untuk memasak dan minum. Ada juga warga yang memanfaatkannya untuk mandi, namun jumlahnya sangat minim.
“Kalau untuk makan dan minum mungkin masih cukup. Kalau dipakai sekalian untuk mandi, ya tentu kurang. Jadinya kami kadang mandi sehari ya sekali, itupun sekali mandi hanya pakai air satu ember kecil. Kami sangat hemat air,” ujar Sugiono, warga Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Untuk mandi dan keperluan lain, warga nekat menggunakan air yang mengalir di parit-parit. Tentu saja kondisinya keruh. Air ini berasal dari rembesan atau bocoran mata air yang bercampur lumpur.
“Airnya keruh karena pipa salurannya hancur. Ini menyebabkan lumpur, pasir, dan kerikil, ikut terbawa aliran. Warga tidak berani memanfaatkannya untuk minum, karena khawatir masih mengandung belerang yang berbahaya bagi kesehatan,” ujar Sugianto, perangkat desa Puncu yang bertugas mengendalikan aliran air.
Sebelum erupsi, air dari sumber di Jeding Miring itu mengalir ke perkampungan warga dalam kondisi sangat bersih.
Maklum, dalam situasi normal dulu, air dari sumber Jeding Miring dialirkan dulu ke kolam-kolam pengolahan, sebelum disalurkan ke lima desa, yang tersebar di Kecamatan Puncu dan Kepung. Distribusi dilakukan menggunakan jaringan pipa.
Kini, sumber air, kolam pengolahan dan jaringan pipa, semuanya rusak akibat erupsi dan banjir lahar dingin. “Kami sedang mencari sumber baru di Damar Wuluh. Kami sedang petakan untuk menyambung pipa,” kata Bambang, Kepala Desa Puncu.
Bambang dan warga tidak tahu, sampai kapan mereka akan mandi menggunakan air bercampur lumpur. Yang pasti, mereka berharap Pemprov Jatim serta pemkab segera membangun kembali bak pengolahan agar air bersih supaya bisa mereka nikmati seperti dulu lagi.
“Saya sudah sampaikan permohonan itu ke pemprov dan pemkab. Tetapi, sampai sekarang belum ada respons,” pungkas Bambang.
TRIBUNNEWS.COM

Monday, March 31, 2014

DNS Google Diblokir, “Tweeps” Turki Tak Lagi Berdaya

http://suara.com/media/2014/03/Twitter.jpg 



 Wah Wah
Ada berita buruk malam ini. Bagi yang suka nonton vidio di youtube yang berbau Blokir dan membuka vidio tersebut menggunakan DNS dari Google .
Ini saya dapat beberapa berita dari tetangga sebelah

Genderang perang yang ditabuh pemerintah Turki terhadap internet ternyata bukan isapan jempol belaka. Setelah memblokir layanan Twitter dan Youtube, pemerintahan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan kini membuat Domain Name System (DNS) Google tidak lagi bisa diakses.
Pemblokiran DNS dilakukan oleh sebagian besar penyedia layanan internet di Turki. Dalam salah satu blog-nya, Google mengkonfirmasi perihal pemblokiran tersebut.
Dengan pemblokiran tersebut, para pengguna internet tidak lagi bisa mengakses situs-situs yang dilarang pemerintah seperti Twitter dan Youtube. Selama ini, masyarakat masih bisa mengakses jejaring sosial itu melalui DNS Google.
Tentunya, langkah pemerintah itu menuai reaksi dari masyarakat pengguna internet. Mereka menuangkan kekesalan mereka dalam bentuk corat-coret di berbagai tempat umum. “DNS 8.8.8.8 8.8.4.4″ tertulis di sudut-sudut kota Ankara, Turki. Kode tersebut merupakan alamat DNS yang dipakai pengguna internet untuk “mengakali” blokir Twitter dan Youtube selama ini.

#Aspra Santosa

Setelah “Harlem Shake”, Kini Saatnya #Whaling

Wah malam malam gini ketemu dengan saya orang ganteng ini :D
Tadi waktu saya lagi mutar-mutar google sampe pusing, eh kagak sengaja ketemu postingan Setelah “Harlem Shake”, Kini Saatnya #Whaling di situs tetangga sebelah.
Karena kepengen letakin postingan tersebut di blog Haxor - Aspra , maka saya mencoba untuk copas sedikit , #KebiasanBuruk

Yuk langsung kita ke TKP

http://suara.com/media/2014/03/shutterstock_177611810.jpg

Setelah heboh “Harlem Shake” dan “Gangnam Style” selesai, kini dunia maya dihebohkan oleh aksi “Whaling”, gerakan yang sesuai namanya mirip dengan ikan paus.
Jika “Harlem Shake” dan “Gangnam Style” lebih berupa tarian, maka “Whaling” adalah aksi menyerupai ikan paus. Tepatnya ketika paus keluar menghirup udara di permukaan air. Aksi itu banyak diunggah di Twitter dan di layanan video 6 detik, Vine.
Berikut adalah aksi-aksi #Whaling yang dicuplik dari Vine:

https://vine.co/v/MO2QiEgBu5J

( Mohon Maaf Cuman Bisa Kasih Link )



Tanpa Lokasi Pasti, Sensor Pencari MH370 Tidak Akan Berguna




 Pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 bisa memakan waktu yang lama sekali. Padahal, kini tim pencari sedang berpacu dengan waktu mencari black box MH370 yang dikhawatirkan kehabisan baterai pemancar sinyal sebelum ditemukan.
“Pada dasarnya, saat ini zona pencarian MH370 adalah seluas Samudera Hindia, tidak bisa diperkirakan berapa lama waktu yang digunakan untuk mencarinya,” kata Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat Mark Matthews di Pangkalan Angkatan Laut Stirling, dekat Perth, Australia hari Minggu (30/2/2014).
Mark Matthews adalah perwira yang bertanggung jawab atas Towed Pinger Locator atau sensor pencari, alat pendeteksi black box yang dikirim Amerika Serikat ke Australia. Menurut Mathhews, kaburnya kepastian lokasi jatuhnya pesawat MH370 membuat alat tersebut belum bisa bekerja maksimal.
Hal senada diutarakan juru bicara Angkatan Laut Amerika Serikat Komandan William Marks. Marks mengatakan, Towed Pinger Locator belum bisa digunakan untuk mencari keberadaan black box sampai serpihan MH370 ditemukan. Sebaliknya, jika lokasi jatuhnya MH370 belum dapat dipastikan, tim pencari terpaksa menyisir dasar lautan secara perlahan.
“Itu akan menjadi sebuah proses yang panjang. Itu mungkin saja dilakukan, namun akan membutuhkan waktu yang lama, katanya.

Pengacara: Kabar Ustaz Guntur Bumi Bunuh Diri Itu Gosip!

Pengacara: Kabar Ustaz Guntur Bumi Bunuh Diri Itu Gosip!

Maraknya pemberitaan yang menimpa Ustaz Guntur Bumi (UGB) semakin melebar. Tak hanya korban yang terus bermunculan, UGB juga dikabarkan bunuh diri lantaran menghadapi permasalahannya.

Selaku pengacara UGB, Ramdan Alamsyah menegaskan kalau kabar itu hanyalah gosip belaka. Sedianya pria pemilik nama asli Susilo Wibowo Al Qurthubi itu baik-baik saja.
"Nggak, itu gosip. Tidak ada Baygon. Nggak ada UGB bunuh diri seperti yang berkembang saat ini. UGB baik-baik saja," kata Ramdan di Polda Metro Jaya, Jumat (21/3).
Ramdan melanjutkan, UGB juga tidak bersembunyi lantaran munculnya banyak orang yang mengaku korban. Sampai kini, dikatakan Ramdan, kliennya masih tetap tinggal di rumahnya.
"Dia ada di rumahnya. Tugas sudah didelegasikan oleh kuasa hukum. UGB main sama anaknya, istrinya. UGB nggak ke mana-mana, selalu ada konfirmasi," pungkasnya.

 

Rhoma Irama Optimistis Jadi Presiden


Bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa Rhoma Irama optimistis menjadi presiden melalui Pemilu 2014. ( Negara kita bakalan jadi negara dangdut).

"Kalau melihat antusiasme masyarakat, saya sangat bergairah dan optimistis," ujar Rhoma menjelang kampanye konser rakyat PKB di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu.
Meski demikian, Rhoma Irama mengaku tidak memiliki trik-trik khusus untuk menjadi seorang presiden. Menurut pedangdut yang dikenal dengan Raja Dangdut itu, seseorang menjadi presiden hanya karena dua hal yakni partai mendukung dan rakyat yang mendukung.
"Dua hal itu saja, maka seseorang bisa menjadi presiden," tambah dia.
Rhoma yang datang bersama grup musiknya, Soneta, juga yakin PKB bisa meraih 20 persen suara pada Pemilu Legislatif. Jika hal itu tercapai, maka PKB bisa mengusung capres sendiri tanpa koalisi.
"Koalisi atau tidak tergantung pada hasil Pemilu Legislatif," ujar Rhoma yang juga juru kampanye nasional itu.
PKB, sambung Rhoma, telah menjadi partai Islam terbesar di Tanah Air.
"Visi misi saya sebagai capres saya ingin merestorasi seluruh aspek bangsa baik politik maupun ekonomi," tegasnya.
Hingga saat ini, terdapat tiga bakal calon presiden yang akan diusung PKB yakni pedangdut Rhoma Irama, mantan Wapres Jusuf Kalla dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Selama masa kampanye 21 hari yang digelar mulai Minggu (16/3), Rhoma Irama dan Soneta memulai kampanye hari pertama di paling ujung Indonesia, Banda Aceh.
Dua hari berikutnya langsung ke Jepara, Jawa Tengah. Kemudian, 20 Maret mengunjungi Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ia berkampanye di Jakarta pada 22 Maret dan kembali ke Sumatera, tepatnya di Bengkulu pada dua hari berikutnya. Pada 26 Maret, Rhoma Irama hadir di Banyuwangi, Jawa Timur, dan melanjutkan perjalanannya ke Lombok pada 30 Maret, serta terakhir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 4 April.

Djoko Santoso Ajak Masyarakat Tanam Sorgum

Gunung Kidul (Antara) - Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Djoko Santoso mengharapkan warga Pedukuhan Banyumanik, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan budi daya sorgum sebagai alternatif pangan di wilayah ini.
"Kita harus mandiri pangan. Sorgum atau cantel adalah pangan alternatif yang bisa dikembangkan di daerah sulit air," kata Djoko Santoso pada pengukuhan kedaulatan pangan nasional melalui pengembangan sorgum sebagai alternatif pangan bersama Yayasan Andika Puragabaya di Gunung Kidul, Minggu.
Ia berharap warga Banyumanik bisa mandiri pangan dengan memulai mengembangkan budi daya sorgum karena Banyumanik merupakan daerah yang sulit air dan cocok bila ditanami sorgum yang masa tanamnya hanya tiga bulan dan tahan dengan tidak ketersediaan air.
Menurut dia, Indonesia kurang bijak dalam memanfaatkan pangan lokal sehingga  impor berbagai bahan baku cukup tinggi.
Jendral bintang empat ini mengaku bersama anaknya Andika Pandu Puragabaya mendorong kemandirian pangan dengan memberikan bantuan sektor pertanian berupa sumur bor dan benih sorgum.
"Kita musti punya kedaulatan pangan, agar kita bisa mandiri mengolah berbagai bahan makanan lokal dan tidak tergantum impor dari negara lain," katanya.
Saat dikonfirmasi terkait isu ada parpol yang mangajak dirinya menjadi wakil presiden, ia mengatakan belum ada partai yang mengajaknya untuk menjadi wakil presiden. "Tidak ada. Saya tidak punyak partai kok," kata dia.
Dia mengaku belum bisa memberikan keterangan bersedia atau tidak menjadi calon wakil presiden. Namun demikian diirinya akan terus bekerja dan berkeliling menggalakkan gerakan kebangsaan untuk kembali ke  Pancasila dan UUD 45.
"Saya ini prajurit. Tidak usah pakai jabatan apa-apa saja, saya berbuat kok," kata Djoko. (ar)
Posting Lama ►
 

Donate

Copyright 2013 Haxor - Aspra: News Harian Template by CB Blogger Template. Powered by Blogger