Fungsinya seperti asam lambung yang menghancurkan serat makanan.
Demi kesehatan, banyak ahli menyarankan agar kita menghindari segala
jenis minuman soda. Seperti diungkap sebuah penelitian di Osaka
University, minuman ini memicu penggumpalan darah di otak dan tercatat
sebagai penyebab stroke paling tinggi. Konsumsi minuman soda juga rentan
terhadap osteoporisis, kolesterol, jantung, dan ginjal.
Namun, catatan terbaru dari dunia medis, dokter justru menggunakan
minuman soda ini untuk mengobati gangguan penyumbatan lambung yang
dikenal dengan gastric phytobezoar. Penyumbatan ini biasanya disebabkan kerena sisa-sisa makanan tertentu yang tidak dapat dicerna dengan baik.
Minuman soda terbukti memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 90
persen, sehingga digunakan sebagai alternatif dari tindakan laser, non
bedah endoskopi, dan operasi yang biasa digunakan untuk menangani kasus
penyumbatan.
Dalam jurnal Alimentary Pharmacology and Therapeutics disebutkan
bahwa bahan-bahan kimia dari minuman soda ini bekerja sama halnya dengan
asam lambung. Yakni membantu mencerna serat makanan. Sementara
gelembung soda sendiri membantu mempercepat proses tersebut. Dikutip Daily Mail, minuman soda memiliki tingkat keasaman 2,6 sesuai dengan skala pH, karena kandungan karbon dan asam fosforik.
Tim peneliti dari University of Athens melakukan pengamatannya pada
46 pasien dengan gangguan penyumbatan lambung yang diberikan terapi
minuman soda dalam takaran tertentu. Hasil studi ini menunjukkan jika
hanya empat orang pasien saja yang masih memerlukan tindakan bedah untuk
mengatasi sumbatan.
sumber : VIVAlife
